Minggu, 24 November 2013

TUGAS SOFTSKILL BAHASA INDONESIA 2 (3) : TUGAS PERSONAL



TUGAS PENULISAN ILMIAH (3) : TUGAS PERSONAL
1.   Perhatikan format daftar pustaka pada penulisan ilmiah (scientific research). Jelaskan dan berikan contoh untuk masing-masing jenis aturan yang digunakan dalam penulisan ilmiah, contohnya Sistem Harvard, Sistem Harvard Modifie, Sistem Abjad, dan Sistem Nomor Urut.
·         Sistem Harvard menggunakan nama penulis dan tahun publikasi
dengan urutan pemunculan berdasarkan nama penulis secara alfabetis.
Publikasi dari penulis yang sama dan dalam tahun yang sama ditulis dengan cara menambahkan huruf a, b, atau c dan seterusnya tepat di belakang tahun publikasi (baik penulisan dalam daftar pustaka maupun sitasi dalam naskah tulisan). Alamat Internet ditulis menggunakan huruf italic. Terdapat banyak varian dari sistem Harvard yang digunakan dalam berbagai jurnal di dunia.
Contoh :
Buller, H. and Hoggart, K. (1994a). 'New drugs for acute respiratory distress syndrome', New England Journal of Medicine, vol. 337, no. 6, pp.435-439.
Buller, H. and Hoggart, K. (1994b). The social integration of British home owners into French rural communities , Journal of Rural Studies, 10, 2, 197 210.
Dower, M. (1977). Planning aspects of second homes , in J. T. Coppock (ed.), Second Homes: Curse or Blessing?, Oxford, Pergamon Press, pp.210 37.
Palmer, F. R. (1986). Mood and Modality, Cambridge, Cambridge University Press.
Grinspoon, L. & Bakalar, J.B. (1993). Marijuana: the forbidden medicine, Yale University Press, London

·         Sistem Vancouver menggunakan cara penomoran (pemberikan angka)
yang berurutan untuk menunjukkan rujukan pustaka (sitasi). Dalam daftar pustaka, pemunculan sumber rujukan dilakukan secara berurut menggunakan
nomor sesuai kemunculannya sebagai sitasi dalam naskah tulisan, sehingga memudahkan pembaca untuk menemukannya. Sistem ini dan variasinya banyak digunakan di bidang kedokteran dan kesehatan.
Contoh :
(1) Prabowo GJ and Priyanto E. New drugs for acute respiratory distress syndrome due to avian virus. N Ind J Med. 2005;337:435-9.
(2) Grinspoon L, Bakalar JB. Marijuana: the forbidden medicine. London: Yale University Press; 1993.
(3) Feinberg TE, Farah MJ, editors. Behavioural neurology and
neuropsychology. 2nd ed. New York: McGraw-Hill; 1997.
(4) Grimes EW. A use of freeze-dried bone in Endodontics. J Endod 1994; 20: 355-6.
(5) Morse SS. Factors in the emergence of infectious disease. Emerg Infect Dis [serial online] 1995 Jan-Mar; 1(1):[24 screens]. Available from: URL: http://www/cdc/gov/ncidoc/EID/eid.htm. Accessed December 25, 1999.
(6) Amerongen AVN, Michels LFE, Roukema PA, Veerman ECI. 1986.
Ludah dan kelenjar ludah arti bagi kesehatan gigi. Rafiah Arbyono dan
Sutatmi Suryo. Yogyakarta: Gadjah Mada University Press; 1992. h. 1-42.
(7) Salim S. Pengaruh humiditas dan waktu penyimpanan serta cara curing terhadap sifat fisik, kimia dan mekanik akrilik basis gigi tiruan.
Disertasi. Surabaya: Pascasarjana Universitas Airlangga; 1995. h. 8-21.

2.   Kalian temukan dan deskripsikan ketentuan penulisan artikel ilmiah dalam publikasi jurnal ilmiah.
Artikel ilmiah adalah naskah asli tentang hasil sebuah penelitian yang dipublikasikan. Laporannya biasanya ditulis dengan tata cara tertentu dan dipublikasikan pada jurnal ilmiah yang terpilih dan yang juga dibaca oleh kalangan tertentu yaitu kelompok masyarakat ilmiah di bidang tertentu.
Pada umumnya, jurnal yang menampilkan makalah ilmiah mempunyai aturan umum tentang teknik editorial, etika ilmiah, prosedur percetakan, dan penerbitan.
Sebuah makalah ilmiah yang baik biasanya akan muncul dari jurnal yang sudah diakui reputasinya dikalangan masyarakat ilmiah.
Sebuah makalah ilmiah yang menyajikan hasil penelitian yang original (asli). Materi yang disajikan akan dibaca dan dikaji secara kritis oleh kalangan pembaca tertentu (peer reviewer) yang akan menilai apakah proses atau langkah-langkah yang dipilih oleh peneliti dapat diulangi kembali atau devaluasi sejauh mana proses intelektual telah dikembangkan oleh peneliti.
Batasan tentang makalah ilmiah seperti diatas dapat digunakan untuk mencari kesepakatan diantara penulis yang menggunakan majalah ilmiah (jurnal) sebagai media untuk penyebarluasan hasil penelitian yang sudah dilaksanakan.
Hal ini paling tidak akan sesuai dengan urutan daftar isi. Abstrak ini tidak digunakan sebagai “heading” sebuah research paper yang diterbitkan, tetapi biasanya digunakan untuk jenis publikasi lainnya seperti “review paper” atau “conference report”. Jenis abstrak ini akan sangat berguna bagi pustakawan. Sebuah astrak yang dikembangkan penulisannya biasanya juga disebut dengan sinopsis.
Artikel jurnal ilmiah atau karya tulis ilmiah yang dipublikasi
biasanya terdiri atas:
(1)  Judul .
Judul artikel diharapkan mencerminkan dengan tepat masalah yang dibahas dalam artikel. Oleh karena itu pilihan kata-kata harus tepat, mengandung unsur-unsur utama yang dibahas, jelas,
dan setelah disusun dalam bentuk judul harus memiliki daya tarik yang cukup kuat bagi pembaca. Judul artikel hasil penelitian harus menggambarkan keterkaitan variabel yang digunakan dalam penelitian walaupun tidak harus sepanjang judul penelitian yang sebenarnya. Judul artikel (bahasa Indonesia) hasil penelitian lazimnya berkisar 10-12 kata

(2) Penulis .
Nama penulis artikel ditulis tanpa disetai gelar akademik atau gelar
apapun. Nama lengkap dengan gelar akademik boleh ditulis di sebelah
bawah halaman pertama artikel. Nama lembaga tempat bekerja penulis juga
dapat ditulis sebagai catatan kaki di halaman pertama. Jika lebih dari tiga
penulis, kadangkala hanya nama penulis utama saja yang dicantumkan di
bawah judul; nama penulis lain dapat ditulis dalam catatan kaki.
(3) Abstrak (abstract) yang kadang-kadang disertai dengan katakata kunci (key words).
Abstrak dapat terdiri dari rangkaian
kata-kata yang disusun dalam satu paragraf, dengan format esei bukan
enumeratif. Abstrak diketik dengan spasi tunggal dan dengan format yang
lebih sempit dari teks utama (margin kanan dan kiri dapat menjorok masuk
beberapa ketukan).
Abstrak hendaknya disertai dengan 3-5 kata-kata kunci, yaitu istilahistilah
yang mewakili ide-ide atau konsep-konsep dasar yang dibahas dalam
artikel.
(4) Pendahuluan .
Pendahuluan merupakan bagian penting untuk memberikan
gambaran yang ringkas tetapi jelas mengenai masalah dan menghadapkan
pembaca pada beberapa pustaka yang relevan. Isi pendahuluan diharapkan
mampu secara mulus dan tepat menuntun pembaca menuju kepada
pemikiran logis yang berakhir pada pernyataan mengenai penelitian yang
dilakukan dan hasil-hasil yang diharapkan.
(5) Bahan dan Metoda atau Metodologi Penelitian
Salah satu kriteria utama dalam penulisan metode penelitian yang
baik adalah apabila peneliti lain dapat mengulangi penelitian itu setelah
membaca uraian tersebut. Aplikasi teknik baru atau modifikasi lama
sebaiknya diuraikan dengan lengkap, ringkas, dan tepat. Jika teknik ini telah
(pernah) diuraikan selengkapnya, penulis cukup mengacu pada pustaka
tersebut. Demikian pula dengan teknik statistik. Apabila teknik itu telah
dijelaskan selengkapnya dalam publikasi atau buku pengajaran (texbook)
tertentu maka cukup diacu saja. Analisis statistik, dan juga analisis kimia ,
umumnya merupakan alat bantu yang digunakan oleh para peneliti, bukan
tujuan akhirnya. Namun demukian, apabila penulis melakukan proses
derivasi matematika maka perlu dijelaskan meskipun meskipun satu atau dua
acuan dapat meringankan tugas penulis.
(6) Hasil Penelitian .
Bab mengenai "Hasil Penelitian" bertujuan untuk mengemukakan
hasil penelitian. Secara umum bagian ini berisi penemuan-penemuan
penelitian, penjelasan serta penafsiran data, dan hubungan data yang
diperoleh. Menulis "hasil" harus jelas supaya pembaca tidak mengira penulis
telah menyembunyikan sesuatu atau mengira bagian tersebut terlewat pada
waktu pertama kali membaca.
(7) Pembahasan .
Pembahasan disusun dengan berpedoman pada hipotesis dan tujuan
penelitian. Harapan-harapan dalam hipotesis harus disesuaikan dengan
hasil-hasil pokok penelitian. Penyusunan pembahasan yang dimulai dari
argumen-argumen (pendapat) sudah dapat dikembangkan selama
mengumpulkan, mengolah, atau mentabulasikan data. Dalam hal itu
pembahasan tersusun dari kumpulan argumen dalam hal gayut, kegunaan,
dan kemungkinan atau keterbatasan mengenai penelitian serta hasilnya.
(8) Kesimpulan dan Saran .
Kesimpulan memuat
ringkasan uraian, atau jawaban sistematis dari masalah yang diajukan secara
singkat. Lazimnya kesimpulan diikuti oleh saran-saran atau rencana tindak lanjut. Kesimpulan dan saran dapat disajikan dalam format esei atau esei
bernomor.
(9) Daftar Pustaka
If, in your research, you received any significant help in thinking up,
designing, or carrying out the work, or received materials from someone
who did you a favor by supplying them, you must acknowledge their
assistance and the service or material provided. Authors always
acknowledge outside reviewers of their drafts and any sources of funding
that supported the research. Although usual style requirements (e.g., 1st
person, objectivity) are relaxed somewhat here, Acknowledgments are
always brief and never flowery. Place the Acknowledgments between the
Discussion and the Literature Cited.

3.   Jelaskan, jika sumber informasi berupa buku atau majalah, data apa saja yang harus dicantumkan sesuai dengan cara yang berlaku?
Sumber informasi tertulis berupa buku/artikel/sumber tercetak lainnya disusun secara alfabetis, dituliskan langsung setelah akhir teks tubuh karangan (jadi bukan dalam lembar tersendiri) dengan mengikuti urutan sebagai berikut :
·         Nama penulis sumber dan penerjemah (bila karya terjemahan)
·         Tahun terbit sumber (dalam tanda kurung)
·         Judul sumber (huruf miring atau tanda petik untuk artikel)
·         Tempat dan nama penerbit (sertakan pula keterangan cetak ulang dan edisi perbaikan bila ada)

Sumber :
Google Books “Langkah-Langkah Praktis Penyusunan Proposal dan Publikasi Ilmiah”
 Google Books “WACaNA”

Minggu, 20 Oktober 2013

Tugas Softskill Bahasa Indonesia 2 (2) : Tugas kelompok


Nama kelompok :
1.      Belli Febriani               21211456
2.      Isye Siti Sarah             23211746
3.      Nurul Sukma Putri      25211411


1.      Mengapa fungsi komunikasi bahasa disebut fungsi dasar? Mengapa pula disebut fungsi utama?
Disebut sebagai fungsi dasar karena, sebagai alat komunikasi bahasa merupakan saluran perumusan maksud kita, melahirkan perasaan kita dan memungkinkan kita menciptakan kerja sama dengan orang lain. Secara umum sudah jelas bahwa fungsi bahasa adalah sebagai alat komunikasi. Bahasa sebagai wahana komunikasi bagi manusia, baik komunikasi lisan maupun komunikasi tulis. Fungsi ini adalah fungsi dasar bahasa yang belum dikaitkan dengan status dan nilai-nilai sosial.

Bahasa sebagai saran komunikasi mempunyai fungsi utama bahasa adalah bahwa komunikasi ialah penyampaian pesan atau makna oleh seseorang kepada oranglain. Keterikatan dan keterkaitan bahasa dengan manusia menyebabkan bahasa tidak tetap dan selalu berubah seiring perubahan kegiatan manusia dalam kehidupannya di masyarakat. Perubahan bahasa dapat terjadi bukan hanya berupa pengembangan dan perluasan, melainkan berupa kemunduran sejalan dengan perubahan yang dialami  masyarakat. Terutama pada pengguna fungsi komunikasi pada bahasa asing sebagai contoh Indonesia lebih sering mengenal ungkapan “No Smoking” daripada “Dilarang Merokok”, “Stop” untuk “berhenti”, “Exit” untuk “keluar”,”Time untuk “waktu”. Jadi bahasa sebagai alat komunikasi tidak hanya dengan satu bahasa melainkan banyak bahasa.

2.      Apa fungsi alami bahasa dan fungsi buatan!
Fungsi Alami Bahasa :
·           Bahasa sebagai sarana komunikasi
Bahasa Indonesia berfungsi sebagai alat komunikasi antara anggota masyarakat. Fungsi tersebut digunakan dalam berbagai lingkungan, tingkatan, dan kepentingan yang beraneka ragam, misalnya : komunikasi ilmiah, komunikasi bisnis, komunikasi kerja, dan komunikasi sosial, dan komunikasi budaya.
·           Bahasa sebagai sarana integrasi dan adaptasi
Dengan bahasa orang dapat menyatakan hidup bersama dalam suatu ikatan. Misalnya : integritas kerja dalam sebuah institusi, integritas karyawan dalam sebuah departemen, integritas keluarga, integritas kerja sama dalam bidang bisnis, integritas berbangsa dan bernegara.
·           Bahasa sebagai sarana kontrol sosial
Bahasa sebagai kontrol sosial berfungsi untuk mengendalikan komunikasi agar orang yang terlibat dalam komunikasi dapat saling memahami. Masing-masing mengamati ucapan, perilaku, dan simbol-simbol lain yang menunjukan arah komunikasi. Bahasa kontrol ini dapat diwujudkan dalam bentuk : aturan, anggaran dasar, undang-undang dan lain-lain.

Fungsi Buatan Bahasa :
·         Bahasa sebagai sarana berfikir logis
Kemampuan berfikir logis memungkinkan seseorang dapat berfikir logis induktif, deduktif, sebab – akibat, atau kronologis sehingga dapat menyusun konsep atau pemikiran secara jelas, utuh dan konseptual. Melalui proses berfikir logis, seseorang dapat menentukan tindakan tepat yang harus dilakukan. Proses berfikir logis merupakn hal yang abstrak. Untuk itu, diperlukan bahasa yang efektif, sistematis, dengan ketepatan makna sehingga mampu melambangkan konsep yang abstrak tersebut menjadi konkret.
·         Bahasa membangun kecerdasan
Kecerdasan berbahasa terkait dengan kemampuan menggunakan sistem dan fungsi bahasa dalam mengolah kata, kalimat, paragraf, wacana argumentasi, narasi, persuasi, deskripsi, analisis atau pemaparan, dan kemampuan mengunakan ragam bahasa secara tepat sehingga menghasilkan kreativitas yang baru dalam berbagai bentuk dan fungsi kebahasaan.
·         Bahasa mengembangkan kecerdasan ganda
Selain kecerdasan berbahasa, seseorang dimungkinkan memiliki beberapa kecerdasan sekaligus. Kecerdasan – kecerdasan tersebut dapat berkembang secara bersamaan. Selain memiliki kecerdasan berbahasa, orang yang tekun dan mendalami bidang studinya secara serius dimungkinkan memiliki kecerdasan yang produktif. Misalnya, seorang ahli program yang mendalami bahasa, ia dapat membuat kamus elektronik, atau membuat mesin penerjemah yang lebih akurat dibandingkan yang sudah ada.
·         Bahasa membangun karakter
Kecerdasan berbahasa memungkinkan seseorang dapat mengembangkan karakternya lebih baik. Dengan kecerdasan bahasanya, seseorang dapat mengidentifikasi kemampuan diri dan potensi diri. Dalam bentuk sederhana misalnya : rasa lapar, rasa cinta. Pada tingkat yang lebih kompleks , misalnya : membuat proposal yang menyatakan dirinya akan menbuat suatu proyek, kemampuan untuk menulis suatu laporan.
·         Bahasa Mengembangkan profesi
Proses pengembangan profesi diawali dengan pembelajaran dilanjutkan dengan pengembangan diri (kecerdasan) yang tidak diperoleh selama proses pembelajaran, tetapi bertumpu pada pengalaman barunya. Proses berlanjut menuju pendakian puncak karier / profesi. Puncak pendakian karier tidak akan tercapai tanpa komunikasi atau interaksi dengan mitra, pesaing dan sumber pegangan ilmunya. Untuk itu semua kaum profesional memerlukan ketajaman, kecermatan, dan keefektifan dalam berbahasa sehingga mempu menciptakan kreatifitas baru dalam profesinya.
·         Bahasa sarana menciptakan kreatifitas baru
Bahasa sebagai sarana berekspresi dan komunikasi berkembang menjadi suatu pemikiran yang logis dimungkinkan untuk mengembangkan segala potensinya. Perkembangan itu sejalan dengan potensi akademik yang dikembangkannya. Melalui pendidikan yang kemudian berkembang menjadi suatu bakat intelektual. Bakat alam dan bakat intelektual ini dapat berkembang spontan menghasilkan suatu kretifitas yang baru.
3.      Apa yang dimaksud dengan metakomunikasi?
Komunikasi tidak hanya tergantung hanya pada pesan tetapi juga pada hubungan antara pembicara dengan lawan biacaranya.metakomunikasi adalah suatu komentar terhadap isi pembicaraan dan sifat hubungan antara yang berbicara, yaitu pesan didalam pesan yang menyampaikan sikap dan perasaan   pengirim terhadap pendengar.
Contoh : Tersenyum ketika sedang marah.

Rabu, 02 Oktober 2013

tugas softskill bahasa indonesia 2 (1) : tugas personal

SOAL SINONIM
1.    Kleptofobia
A.   Takut kecurian
B.   Penyakit suka mencuri
C.   Tergila-gila
D.   Terbayang-bayang
E.   Berlebihan
Jawaban  : B
Pembahasan      : Kleptofobia = penyakit senang dan ingin mendapatkan barang orang lain, suka mencuri
2.    Suksesi
A.   Keberhasilan
B.   Pergantian pemimpin
C.   Kemenangan
D.   Merebut kekuasaan
E.   Pengamanan
Jawaban : B
Pembahasan      : Suksesi = penggantian (terutama di lingkungan pimpinan tertinggi negara karena pewarisan ; proses pergantian kepemimpinan sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku
3.    Imun
A.   Minuman
B.   Suntik
C.   Sayuran
D.   Program
E.   Kebal
Jawaban : E
Pembahasan      : Imun = kebal terhadap suatu penyakit
4.    Ilusi
A.   Bayangan
B.   Pandangan
C.   Mimpi
D.   Anggapan
E.   Khayalan
Jawaban : E
Pembahasan      : Ilusi = sesuatu yang hanya dalam angan-angan ; pengamatan yang tidak sesuai dengan pengindraan ; tidak dapat dipercaya ; palsu
5.    Abrasi
A.   Erosi
B.   Kelupas
C.   Kikis
D.   Keduk
E.   Hancur
Jawaban : C
Pembahasan      : pengikisan batuan oleh air, es, atau angin yang mengandung dan mengangkut hancuran bahan

SOAL ANTONIM
6.    Makar
A.   Jujur
B.   Adil
C.   Makmur
D.   Aman
E.   Sentosa
Jawaban :  A
Pembahasan : Makar artinya akal busuk ; tipu muslihat.
                    Jujur artinya benar, lurus, bersih, terbuka, terus terang
                    Maka r>< jujur
7.    Legislatif
A.   Yudikatif
B.   Eksekutif
C.   Hukuman
D.   Undang-undang
E.   Konstitusi
Jawaban : B
      Pembahasan : Legislatif = berhak dan berwenang membuat undang-undang
Eksekutif = mempunyai kekuasaan menjalankan undang-undang
                                Legislatif >< Eksekutif
8.    Kolektif
A.   Sendiri
B.   Personal
C.   Individual
D.   Selektif
E.   Komunis
Jawaban : C
Pembahasan : Kolektif artinya bersama, secara gabungan
                  Individual artinya perorangan
                  Kolektif >< individual
9.    Heterogen
A.   Beragam
B.   Bervariasi
C.   Senyawa
D.   Oksigen
E.   Homogen
Jawaban : E
Pembahasan : Heterogen artinya terdiri atas berbagai unsur yang berbeda ; beraneka ragam
Homogen artinya dari tipe atau unsur yang sama ; serba sama atau utuh
                  Heterogen >< homogen
10. Sinkron
A.   Serasi
B.   Selaras
C.   Sumbang
D.   Sesuai
E.   Harmonis
Jawaban : C
Pembahasan : Sinkron artinya sejalan, selaras, sesuai.
                  Sumbang artinya tidak nyaman didengar, janggal, tidak selaras
                  Sinkron >< sumbang

 SOAL ANALOGI
11. Kuda laut : kuda
A.   Kucing : harimau
B.   Banteng : sapi
C.   Biawak : komodo
D.   Cacing : belut
E.   Merpati : elang
Jawaban : D
Pembahasan : Kuda laut “beda jenis, tpi ada kemiripan dengan” kuda
                  Cacing “beda jenis, tapi ada kemiripan dengan” belut
Keduanya punya kemiripan analogi “beda jenis, tapi ada kemiripan”
12. Melati : Bunga = Bawang : ....
A.   Umbi
B.   Merah
C.   Putih
D.   Bumbu
E.   Harum
Jawaban : A
Pembahasan      : Melati “adalah salah satu jenis”BUNGA.
                  Bawang”adalah salah satu jenis”Umbi
                  Keduanya punya kemiripan analogi “hubungan jenis”
13. Tertawa berhubungan dengan .... sebagaimana .... berhubungan dengan sedih
A.   Lucu – derita
B.   Senang – menangis
C.   Emosi – perasaan
D.   Puas – kecewa
E.   Gembira – kesal
Jawaban : B
Pembahasan      : Tertawa karena senang, sebagaimana menangis karena sedih
Keduanya memiliki analogi atau hubungan kausalitas (sebab-akibat)
14. Pakaian berhubungan dengan .... sebagaimana .... berhubungan dengan botak
A.   Adat – rambut
B.   Pewangi – penyukur
C.   Tubuh – kepala
D.   Jahit – cukur
E.   Mode – wig/rambut palsu
Jawaban : C
Pembahasan      : Pakaian berhubungan dengan tubuh, sebagaimana kepala berhubungan dengan botak.
Keduanya memiliki analogi atau hubungan posisi/letak
15. Pecah berhubungan dengan .... sebagaimana .... berhubungan dengan bengkok.
A.   Rapuh – tulang
B.   Gelas – sendok
C.   Keropos – tangan
D.   Retak – patah
E.   Hancur – remuk
Jawaban : D
Pembahasan      : Pecah berhubungan dengan retak, sebagaimana patah berhubungan dengan bengkok.
Keduanya memiliki analogi atau hubungan intensitas

SOAL LOGIKA
16. Jaya lebih muda daripada Doni.
Jaya lebih muda daripada Dina dan Dani.
A.   Doni lebih muda daripada Dina
B.   Doni lebih muda daripada Dani
C.   Dina dan Dani berumur sebaya
D.   Jaya paling muda di antara mereka
Jawaban : D
Pembahasan      : Jaya lebih muda daripada Doni
                  Jaya lebih muda daripada Dina dan Dani
                  Kesimpulan : jaya paling muda diantara mereka
17. Dilla lebih pintar daripada Dika
Dilla lebih pintar daripada Dina dan Dani
A.   Dika lebih pintar daripada Dina
B.   Dika lebih pintar daripada Dani
C.   Dina dan Dani memiliki tingkat kepintaran yang sama
D.   Dila paling pintar di antara mereka
Jawaban : D
Pembahasan      : Dilla lebih pintar daripada Dika
                  Dilla lebih pintar daripada Dina dan Dani
                  Kesimpulan : Dilla paling pintar di antara mereka
18. Semua anak bergembira pada hari raya.
Hari ini adalah hari raya.
A.   Hari ini ada anak yang tidak bergembira
B.   Hari ini tidak ada anak yang tidak bergembira
C.   Hari ini tidak semua anak bergembira
D.   Hari ini semua anak tidak bergembira
Jawaban : B
Pembahasan      : Semua anak bergembira pada hari raya.
                  Hari ini adalah hari raya.
Kesimpulan : hari ini semua anak bergembira atau hari ini tidak ada anak yang tidak bergembira
19. Wilma selalu mandi setiap hari, kecuali hanya ia sakit. Hari ini Wilma sakit.
A.   Wilma pergi ke dokter
B.   Wilma tidak masuk sekolah
C.   Wilma tidak mandi
D.   Wilma minum obat
Jawaban  : C
Pembahasan      : Wilma selalu mandi setiap hari, kecuali hanya ia sakit. Hari ini Wilma sakit.
                  Kesimpulan : Wilma tidak mandi
20. Sebagian intan bersifat kuat. Semua yang kuat tidak mudah patah.
A.   Semua intan tidak mudah patah
B.   Sebagian intan tidak mudah patah
C.   Hanya intan yang tidak mudah pataj
D.   Kekuatan berasal dari intan
Jawaban : B
Pembahasan      : Sebagian intan bersifat kuat. Semua yang kuat tidak mudah patah.
                        Kesimpulan : Sebagian intan tidak mudah patah.