Jumat, 04 Mei 2012


Lapisan-lapisan system Unix :
a.   Lapisan  yang  paling  dalam  adalah  komputer   dan piranti  pendukungnya, seperti disk,  tape,  printer  dan  lain-lain.  Ini semua disebut  perangkat  keras  sistem.
b.   Di   seputar  perangkat  keras   tersebut   terdapat  sejumlah   program  yang  menangani  secara   detail  seperti  sumber daya komputer, mengorganisir  sistem              file,  mengurus  disk dan tape.  Pengoperasian  yang dilakukannya  sangat  detil  sehingga  tidak   perlu  diketahui  oleh  pemakai. Lapisan  ini  kita   sebut  kernel. Kernel merupakan otak dari otak dari  sistem  operasi.
c.   Kernel  menyediakan  lapis  dukungan,  yaitu  berupa program utilitas. Utilitas berfungsi untuk melakukan akses  sistem bagi pemakai.  Utilitas-utilitas  yang              agak  sederhana dapat dikombinasikan dengan  memakai  fasilitas pemipaan.   
d.   Lapis  terluar dari sistem UNIX adalah shell.  Shell merupakan penghubung antara pemakai dan sistem. Bila pemakai    mengetikkan   sebuah   perintah,    shell              menerjemahkan   perintah  tersebut  dan   mengatakan  kepada kernel apa yang harus dilakukan.  Sesungguhnya  shell merupakan bagian dari  utilitas.  Namun karena kerumitannya dan fungsinya yang sedikit  unik,  maka shell cenderung dianggap  sebagai  lapis   terpisah.

Kemampuan system operasi Unix

·         Multiuser

Sistem  dapat  digunakan oleh lebih dari  satu  orang  pada  satu  saat. Tentunya untuk  melakukan  hal  ini  harus   digunakan  lebih  dari  satu  terminal   yang           dihubungkan.  Selanjutnya, kita dapat  memakai  file, program bahkan piranti-piranti yang terhubung  dengan   komputer secara bersama.

·         Multitasking

Sistem  dapat  melakukan beberapa tugas  atau  proses  pada  waktu yang bersamaan. Dengan demikian  sesorang  dapat memiliki satu proses yang sedang  berkomunikasi              langsung dengan terminal, tetapi juga memiliki proses lain dengan prioritas yang lebih rendah.

·         Sistem File

Organisasi  file  di  UNIX  memiliki  struktur  pohon (tree) yang terdiri dari file dan direktori. Struktur  tersebut  diawali oleh akar (root) sebagai awal  dari  seluruh  direktori  yang  ada.   Karakteristik   dari   sistem file UNIX antara lain:
               - konsisten dalam memproses data dan peralatan
               - pertumbuhan file dan direktori secara dinamis
               - dilengkapi dengan proteksi   

·         Shell

Shell  merupakan  antar muka  pemakai  dengan  sistem UNIX.   Shell   memiliki   kemampuan   menterjemahkan  perintah-perintah  untuk  dilaksanakan  oleh   kernel             UNIX. Disamping itu, shell memiliki kemampuan sebagai  bahasa pemrograman.

·         Utilitas-utilitas

UNIX  memiliki  lebih dari 200  utilitas  yang  dapat digunakan  untuk  mengelola   sistem.  UNIX  memiliki  sejumlah  utilitas  yang agak  sederhana  yang  dapat             dikombinasikan dengan memakai pipa dan filter.

·         Surat Elektronik

UNIX  dilengkapi  dengan fasilitas  untuk  pengiriman  surat antar pemakai di lingkungan sistem UNIX.

·         Konsep Perangkat Keras

Perangkat keras yang terhubung pada sistem UNIX  akan  dianggap  sebagai file biasa. UNIX  tidak  membedakan  antara perangkat keras dan file biasa. UNIX  mengenal             keyboard sebagai masukan standard dan  layar terminal  sebagai keluaran standard.

·         Komunikasi antar Proses

keluaran  dari suatu proses dapat  diproses  langsung  oleh proses lainnya

·         Jaringan

Pemakai  UNIX dapat berhubungan dengan  pemakai  lain  dalam   satu  komputer  (hubungan  antar   terminal).  Disamping  itu pemakai UNIX juga dapat  berkomunikasi             dengan pemakai lain pada komputer lainnya dalam  satu  jaringan  lokal atau LAN. Bahkan pemakai  UNIX  dapat    berhubungan  dengan pemakai lain pada  jaringan  lain             dalam lingkup jaringan luas atau WAN. Data ditransfer  dari PC ke UNIX, UNIX ke UNIX dan UNIX ke mesin  atau   komputer  lain  melalui:
            - kabel komunikasi langsung RS232 (serial comm)
            - ethernet
            - dial up modem, leased line, public  switched  data  
              network.

·         Keamanan

UNIX  menyediakan  fasilitas keamanan  untuk  pemakai  biasa,  pengembang sistem, dan  administrator  sistem  serta  jaringan  sistem. Proteksi  dilakukan  melalui             password  (login),  perijinan  file  dan   direktori,  enkripsi data, usia password otomatis, shell terbatas  dan identifikasi jaringan.

Otoritas masing-masing pemakai system operasi Unix/Linux :
1.    Owner
Pemakai yang menciptakan file / directory bersangkutan. Seperti memodifikasi file, membuat file dan membuat directory.
2.    Group
Kumpulan sejumlah pemakai yang mempunyai hak akses yang sama.
3.    Other
Semua pemakai diluar owner dan group.
4.    Superuser
Pemakai dengan wewenang tertinggi yang dapat melakukan apa saja terhadap sistem. 
5.    Pemakai biasa
Pemakai yang mempunyai hak terbatas terhadap home directory.


Perintah di UNIX / LINUX
1.       Perintah Is (list)
Digunakan untuk menampilkan file dan folder apa saja yang ada dalam file posisi saat ini.
2.       Perintah cd  (ChangeDirectory)
Digunakan untuk  mengubah dari direktori saat ini ke direktori yang ditentukan. Atau digunakan untuk pindah ke directory sebelumnya atau directory setelahnya.
3.       Perintah mv (MoVe)
Digunakan untuk  mengganti nama file baru.
Contoh: $ mv file lama  file baru
             $ mv file1.txt    data.txt
4.       Perintah cp (Copy)
Digunakan untuk menyalin file yang ditentukan.
Contoh: $ cp file_asal    file_target
             $ cp file1.txt      file2.txt
5.       Perintah rm (ReMove)
Digunakan untuk  menghapus setiap file yang di tentukan. 
    Contoh: $ rm file_target
 $ rm latihan1.txt

Contoh membuat directory :
root@gunadarma [/] #
root@gunadarma [/] # cd /Universitas
root@gunadarma [/universitas] # mkdir Filkom
root@gunadarma [/universitas] # cd Filkom
root@gunadarma [/universitas/filkom] # mkdir SI
root@gunadarma [/universitas/filkom] # mkdir SK
root@gunadarma [/universitas] # cd /universitas
root@gunadarma [/universitas] # mkdir FE
root@gunadarma [/universitas] # cd FE
root@gunadarma [/universitas/fe] # mkdir AK
root@gunadarma [/universitas/fe] # mkdir MA
root@gunadarma [/universitas ] # cd /universitas
root@gunadarma [/universitas] # mkdir FTI

Minggu, 29 April 2012

Arti pengangguran dan Inflasi dan Keterkaitan Pengangguran dan Inflasi


Pengertian pengangguran adalah adanya ketimpangan antara lahan pekerjaan dengan kebutuhan orang untuk pekerjaan. Artinya, kurang tersedianya lahan atau tempat pekerjaan, sedangkan orang yang hendak bekerja melebihi jumlah lahan pekerjaaan.
Pertambahan penduduk mengakibatkan perubahan di segala sector kehidupan. Dampak kemajuan bias dilihat dan dirasakan oleh sebagian masyarakat. Namun, ada pula yang merasakan dampak negative dan bertambahnya pengangguran.
Inflasi adalah suatu proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus (kontinu) berkaitan dengan mekanisme pasar yang dapat disebabkan oleh berbagai faktor, antara lain, konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, sampai termasuk juga akibat adanya ketidaklancaran distribusi barang. Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinu. Inflasi adalah proses dari suatu peristiwa, bukan tinggi-rendahnya tingkat harga. Artinya, tingkat harga yang dianggap tinggi belum tentu menunjukan inflasi. Inflasi adalah indikator untuk melihat tingkat perubahan, dan dianggap terjadi jika proses kenaikan harga berlangsung secara terus-menerus dan saling pengaruh-memengaruhi. Istilah inflasi juga digunakan untuk mengartikan peningkatan persediaan uang yang kadangkala dilihat sebagai penyebab meningkatnya harga. Ada banyak cara untuk mengukur tingkat inflasi, dua yang paling sering digunakan adalah CPI dan GDP Deflator.

 Inflasi (inflation) adalah gejala yang menunjukkan kenaikan tingkat harga umum yang berlangsung terus menerus. Dari pengertian tersebut maka apabila terjadi kenaikan harga hanya bersifat sementara, maka kenaikan harga yang sementara sifatnya tersebut tidak dapat dikatakan inflasi. Semua negara di dunia selalu menghadapi permasalahan inflasi ini. Oleh karena itu, tingkat inflasi yang terjadi dalam suatu negara merupakan salah satu ukuran untuk mengukur baik buruknya masalah eko-nomi yang dihadapi suatu negara. Bagi negara yang perekono-miannya baik, tingkat inflasi yang terjadi berkisar antara 2 sampai 4 persen per tahun. Tingkat inflasi yang berkisar antara 2 sampai 4 persen dikatakan tingkat inflasi yang rendah. Selanjut tingkat inflasi yang berkisar antara 7 sampai 10 persen dikatakan inflasi yang tinggi. Namun demikian ada negara yang meng-hadapai tingkat inflasi yang lebih serius atau sangat tinggi, misalnya Indonesia pada tahun 1966 dengan tingkat inflasi 650 persen. Inflasi yang sangat tinggi tersebut disebut hiper inflasi (hyper inflation).
Didasarkan pada faktor-faktor penyebab inflasi maka ada tiga jenis inflasi yaitu: 1) inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) dan 2) inflasi desakan biaya (cost-push inflation) 3) inflasi karena pengaruh impor (imported inflation). Inflasi tarikan permintaan (demand-pull inflation) atau inflasi dari sisi permintaan (demand side inflation) adalah inflasi yang disebabkan karena adanya kenaikan permintaan agregat yang sangat besar dibandingkan dengan jumlah barang dan jasa yang ditawarkan. Karena jumlah barang yang diminta lebih besar dari pada barang yang ditawarkan maka terjadi kenaikan harga. Inflasi tarikan permintaan biasanya berlaku pada saat perekonomian mencapai tingkat penggunaan tenaga kerja penuh dan pertumbuhan eko-nomi berjalan dengan pesat (full employment and full capacity). Dengan tingkat pertumbuhan yang pesat/tinggi mendorong peningkatan permintaan sedangkan barang yang ditawarkan tetap karena kapasitas produksi sudah maksimal sehingga mendorong kenaikan harga yang terus menerus.
Inflasi desakan biaya (Cost-push Inflation) atau inflasi dari sisi penawaran (supply side inflation) adalah inflasi yang terjadi sebagai akibat dari adanya kenaikan biaya produksi yang pesat dibandingkan dengan tingkat produktivitas dan efisiensi, sehingga perusahaan mengurangi supply barang dan jasa. Pening-katan biaya produksi akan mendorong perusahaan menaikan harga barang dan jasa, meskipun mereka harus menerima resiko akan menghadapi penurunan permintaan terhadap barang dan jasa yang mereka produksi. Sedangkan inflasi karena pengaruh impor adalah inflasi yang terjadi karena naiknya harga barang di negara-negara asal barang itu, sehingga terjadi kenaikan harga umum di dalam negeri.
di Indonesia, adanya kenaikan harga-harga atau inflasi pada umumnya disebabkan karena adanya kenaikan biaya produksi misalnya naiknya Bahan Bakar Minyak (BBM), bukan karena kenaikan permintaan. Dengan alasan inilah, maka tidaklah tepat bila perubahan tingkat pengangguran di Indonesia dihubungkan dengan inflasi. Karena itu, perubahan tingkat pengangguran lebih tepat bila dikaitkan dengan tingkat pertumbuhan ekonomi. Sebab, pertumbuhan ekonomi merupakan akibat dari adanya pe-ningkatan kapasitas produksi yang merupakan turunan dari peningkatan investasi. Jadi jelas bahwa, pertumbuhan ekonomi berhubungan erat dengan peningkatan penggunaan tenaga kerja, begitu pula dengan investasi. Dengan meningkatnya investasi pasti permintaan tenaga kerja akan bertambah, sehing-ga dengan adanya pertumbuhan ekonomi yang diakibatkan adanya peningkatan investasi berpengaruh terhadap penurunan tingkat pengangguran
dengan asumsi investasi tidak bersifat padat modal. Berdasarkan pemikiran tersebut, maka dapat dilihat bagaimana hubungan antara tingkat pertumbuhan eko-nomi dalam bentuk kurva.

STRATEGI PENDEKATAN KEBUTUHAN POKOK


Nama  : Isye Siti Sarah
NPM   : 23211746


PENDEKATAN kebutuhan pokok (pendekatan K-P) untuk pembangunan menarik perhatian kalangan pejabat pemerintah, di samping kalangan yang sejak lama bersikap kritis terhadap pola pembangunan yang berlangsung hingga kini. Pembangunan sekarang terutama dikritik karena pembagian hasilnya ternyata kurang merata. Artinya, lebih menguntungkan golongan yang berpendapatan tinggi dan lebih menguntungkan penduduk kota.
Masalah kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah di negara manapun. Salah satu aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Pengukuran kemiskinan yang dapat dipercaya dapat menjadi instrumen tangguh bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi  hidup orang miskin. Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki posisi mereka.
Masalah kemiskinan merupakan salah satu persoalan mendasar yang menjadi pusat perhatian pemerintah di negara manapun. Salah satu aspek penting untuk mendukung strategi penanggulangan kemiskinan adalah tersedianya data kemiskinan yang akurat dan tepat sasaran. Pengukuran kemiskinan yang dapat dipercaya dapat menjadi instrumen tangguh bagi pengambil kebijakan dalam memfokuskan perhatian pada kondisi  hidup orang miskin. Data kemiskinan yang baik dapat digunakan untuk mengevaluasi kebijakan pemerintah terhadap kemiskinan, membandingkan kemiskinan antar waktu dan daerah, serta menentukan target penduduk miskin dengan tujuan untuk memperbaiki posisi mereka
Tujuannya itu adalah :
1. Mengetahui jumlah dan persentase penduduk miskin menurut daerah perkotaan dan pedesaan.
2. Mengetahui karakteristik rumahtangga miskin dan tidak miskin menurut daerah perkotaan dan pedesaan.
3. Mengetahui distribusi dan ketimpangan pendapatan secara nasional menurut daerah perkotaan danpedesaan.
4. Untuk mengukur kemiskinan, BPS menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach). Dengan pendekatan ini, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan dasar makanan dan bukan makanan yang diukur dari sisi pengeluaran. Dengan kata lain, kemiskinan dipandang sebagai ketidakmampuan dari sisi ekonomi untuk memenuhi kebutuhan makanan maupun non makanan yang bersifat mendasar. Penduduk miskin adalah penduduk yang memiliki rata-rata pengeluaran perkapita per bulan di bawah garis kemiskinan.
5. Pengukuran kemiskinan dengan menggunakan konsep kemampuan memenuhi kebutuhan dasar (basic need approach) tidak hanya digunakan oleh BPS tetapi juga oleh negara-negara lain, seperti Armenia, Senegal, Pakistan, Bangladesh, Vietnam, Sierra Leone, dan Gambia
Pendekatan kebutuhan pokok disambut baik oleh kalangan luas, sewaktu gagasan ini secara resmi diajukan pada Konperensi Kesempatan Kerja Dunia yang diselenggarakan oleh Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) di tahun 1976. Namun di pihak lain banyak juga kritik dilontarkan terhadap gagasan ini. Suatu kritik yang sering dilontarkan terhadap pendekatan K-P adalah bahwa pendekatan ini hanya mengutamakan konsumsi dan bukan investasi. Karena itu menghambat pertumbuhan ekonomi. Dikatakan pula bahwa pendekatan K-P pada dasarnya merupakan suatu usaha untuk menciptakan 'negara kesejahteraan' welfare state di negara berkembang, yang terbatas kemampuan dan persediaan sumber dayanya. Berarti Realokasi Pendekatan K-P memang sangat menekankan pemenuhan kebutuhan pokok seluruh penduduk dalam kurun waktu yang relatif singkat, yaitu satu generasi. Karenanya ia berbeda dari model pertumbuhan kapitalis maupun Marxis. Keduanya mengutamakan investasi dan pertumbuhan ekonomi melalui ditekannya tingkat konsumsi. Kesan bahwa pendekatan K-P tidak mementingkan pertumbuhan ekonomi kadang juga timbul karena ucapan beberapa penganutnya, seolah-olah pemenuhan kebutuhan pokok dapat tercapai melulu melalui redistribusi pendapatan dan kekayaan yang ada. Seolah-olah tanpa memerlukan pertumbuhan ekonomi yang pesat. Namun keliru sekali jika orang mengira bahwa pendekatan K-P merupakan model pembangunan yang pada dasarnya bersifat 'anti-pertumbuhan ekonomi'. Pertumbuhan ekonomi yang pesat justru sangat diperlukan untuk peningkatan produksi barang dan jasa kebutuhan pokok. Diharapkan, bahwa dengan produksi barang dan jasa kebutuhan pokok yang terus-menerus meningkat, kemiskinan absolut (dalam arti kata terdapatnya sebagian penduduk hidup di bawah garis kemiskinan tertentu) dapat dihapuskan. Di samping itu juga akan terhapus kemiskinan relatif, yaitu ketimpangan dalam pembagian kekayaan dan pendapatan antar golongan. Dengan demikian maka pelaksanaan strategi K-P bukan berarti mengabaikan pertumbuhan ekonomi dan mengutamakan redistribusi kekayaan dan pendapatan, tetapi reorientasi arah dan pola pertumbuhan ekonomi ke peningkatan produksi dan distribusi barang dan jasa kebutuhan pokok. Hal ini tentu berarti pula realokasi sebagian besar (bukan semua) sumber daya produktif. Artinya, prioritas tak lagi pada proyek investasi yang padat modal di sektor modern, yang sangat ditekankan dalam strategi pertumbuhan ekonomi yang konvensionil. Alokasi lebih diarahkan ke sektor penghasil barang dan jasa kebutuhan pokok yang lebih padat karya dan lebih menghemat dalam pemakaian modal. Pilihan Teknologi Kritik lain yang berkaitan dengan kritik pertama adalah bahwa strategi K-P hanya "mengekalkan" keterbelakangan ekonomi. Strategi itu dianggap mengutamakan produksi barang konsumsi, dan bukan barang modal. Juga dianggap mengutamakan penggunaan teknologi padat karya yang dianggap usang dan bukan teknologi modern yang padat modal. Strategi K-P memang menekankan produksi serta distribusi barang konsumsi dan jasa kebutuhan pokok. Namun komposisi barang konsumsi dan barang modal yang dihasilkan begitu pula teknik produksi yang digunakan di sesuatu negara, akan tergantung pada kondisi khas yang terdapat di negara itu. Karena ini lebih tepat untuk mengatakan bahwa strategi K-P mengutamakan teknologi yang "patut" (appropriate teknologi). Atau, dalam kata-kata Prof. Hans Singer dari Sussex, 'teknologi yang secara rangkap dianggap patut' (doubly appropriate technology). Artinya teknologi baru, yang disesuaikan dengan kondisi khas di sesuatu negara dan yang menunjang pelaksanaan strategi K-P. Dengan begitu strategi K-P tidak berarti penggantian menyeluruh teknologi padat-modal dengan teknologi padatkarya. Di suatu negara berkembang mungkin ada kondisi, yang menyebabkan penggunaan beberapa teknologi padat modal bagaimanapun juga lebih efisien daripada teknologi padat karya. Dengan demikian yang diarah ialah kombinasi optimum dari teknologi padat modal dan padat karya. Ini akan ditentukan pula oleh pertimbangan efisiensi dan keuntungannya bagi masyarakat --syarat yang sudah semestinya digunakan sebagai ukuran dalam penentuan investasi. Dengan pendekatan yang selektif ini maka teknologi padat-karya diutamakan di setiap bidang, dalam hal penggunaannya efisien dan menguntungkan masyarakat. 
http://majalah.tempointeraktif.com/id/arsip/1978/11/18/KL/mbm.19781118.KL73266.id.html
http://mamujukab.bps.go.id/index.php/blokberita/159-kemiskinan